Pendidikan merupakan sumber kemajuan pendidikan, tanpa pendidikan suatu Negara tidak mungkin bias Negara maju, bahkan Negara super power. Bukanlah suatu mustahil Negara Indonesia menjadi Negara yang nmer satu di Dunia, terbukti dengan munculnya Ir. Soekarno, Jenderal Sudirman, Habibi, dan masih banyak lagi manusia-manusia Indonesia masuk dalam perhitungan masyarakat dunia.
Konon cerita dulu Negara Indonesia mempunyai, sstim dan mutu pendidikan nomer satu di Asia Tenggara kini tak tahu jadinya. Kenapa hal ini bisa terjadi ? karena bangsa kita terlena dengan prstasi yang sempat ditorehna di kancah dunia internasional. Siapa yang bertangung jwab, siapa yang salah, jawabanya adalah kita semua. Tak mungkin dapatmenyalahkan salah satu komponen masyarakat, atau seseorang, karena ini semua adala lingkaran setan.
Dari pengalaman yang sudah-sudah mari kita kaji, bersama. Dulu ketika bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa lain, seluruh lapisan dan komponen masyarakat bergolak, kenapa hal ini terjadi ? karena semua merasakan betapa tidak enaknya dijajah, ditambah lagi dengan diperkenalkanya dunia pendidikan di idonesia, mulailah, manusia Indonesia berfikir, mulai dari yang sangat sederhana sampai dengan yang mendunia, mulai Raden Ajeng Kartini, hingga bung Karno, yang merupakan tokoh internasional yang sangat disegani dan dielu-elukan masyarakat dunia. Karena bung Karno hanya memikirkan bangsanya. Kini siapa yang mau memikirkan bangsa kita ini tanpa dibayar atau dapat imbalan, jawabanya hamper tidak ada, mulai dari DPR sampai dengan pejabat – pejabat tingat atas hanya memikirkan dirinya sendiri atau parpolnya saja.
Kalau ingin bangsa kita bangkit kembali seperti diera menjelang kemerdekaan, mari kita berlomba-lomba menyumbangkan fikiran atau tenaga kalau memang tak punya harta yang lainya. Kesadaran kebersamaan di kalangan bangsa Indonesia sungguh sudah pudar, dan hamper leyap. Kegotong royongan hilang secara perlahan, ditelan kegoisan dan individualisme yang dilancarkan oleh Negara lain yang takut dengan kecerdasan bangsa Indonesia.
Keberhasilan bangsa Indonesia akan tercapai apaila pendidikan di Indonesia memeroleh porsi yang layak. Jangan ada manusia Indonesia tidak mampu mengeyam pendidikan karena biaya semata, jika anak itu jenius, maka hilanglah asset Negara yang sangat besar nilainya, dan tak dapat dinilai dengan uang. Kita ingat kejeniusan seseorang dengan bertingkah aneh dengan keberhasilanya membobol per-bank-kan di suatu Negara maju, bahkan super power, padahal dia orang suatu daerah di kota malang, kalau kita jeli, kita tampung anak semacam itu kita arahkan kita didik sehingga akan menghasilkan suatu penemuan yang bar, dan berguna bagi bangsa dan dunia pada umunya, jangan sekedar ditangkap di penjarakan, tapi perlu perhatian kusus, biar lebih banyak berkarya, bagi negeri ini.
Pendidikan tidak lepas dari biaya, taka apa – apa biaya dan dana yang dibutuhkan sangat tinggi bahkan setinggi langit, tapi hasil kedepan yan sangat kita harapkan karena pendidikan itu bukanlah kegiatan yang merugikan atau pmborosan dalam keuangan suatu Negara, tapi investasi dimasa yang akan dating.
Biaya pendidikan janganlah dibebankan pada wali siswa, jangan sekali lagi jangan.. tetapi biaya pendidikan harus ditanggung oleh rakyat atau bangsa Indonesia, karena asumsi saya semua wali siswa adalah anggota masyarakat dan belum tentu anggota masyarakat itu wali murid. Sehingga kalau kita mencontoh menarik dana seperti yang dilakukan ole Palang Merah Indonesia ( PMI ) saya nyakin akan terkumpul dana yang maha dahsyat. Dan saya nyakin masyarakat akan menyambut gembira.
