Pentingnya pendidikan

Pendidikan merupakan sumber kemajuan pendidikan, tanpa pendidikan suatu Negara tidak mungkin bias Negara maju, bahkan Negara super power. Bukanlah suatu mustahil Negara Indonesia menjadi Negara yang nmer satu di Dunia, terbukti dengan munculnya Ir. Soekarno, Jenderal Sudirman, Habibi, dan masih banyak lagi manusia-manusia Indonesia masuk dalam perhitungan masyarakat dunia.

Konon cerita dulu Negara Indonesia mempunyai, sstim dan mutu pendidikan nomer satu di Asia Tenggara kini tak tahu jadinya. Kenapa hal ini bisa terjadi ? karena bangsa kita terlena dengan prstasi yang sempat ditorehna di kancah dunia internasional. Siapa yang bertangung jwab, siapa yang salah, jawabanya adalah kita semua. Tak mungkin dapatmenyalahkan salah satu komponen masyarakat, atau seseorang, karena ini semua adala lingkaran setan.

Dari pengalaman yang sudah-sudah mari kita kaji, bersama. Dulu ketika bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa lain, seluruh lapisan dan komponen masyarakat bergolak, kenapa hal ini terjadi ? karena semua merasakan betapa tidak enaknya dijajah, ditambah lagi dengan diperkenalkanya dunia pendidikan di idonesia, mulailah, manusia Indonesia berfikir, mulai dari yang sangat sederhana sampai dengan yang mendunia, mulai Raden Ajeng Kartini, hingga bung Karno, yang merupakan tokoh internasional yang sangat disegani dan dielu-elukan masyarakat dunia. Karena bung Karno hanya memikirkan bangsanya. Kini siapa yang mau memikirkan bangsa kita ini tanpa dibayar atau dapat imbalan, jawabanya hamper tidak ada, mulai dari DPR sampai dengan pejabat – pejabat tingat atas hanya memikirkan dirinya sendiri atau parpolnya saja.

Kalau ingin bangsa kita bangkit kembali seperti diera menjelang kemerdekaan, mari kita berlomba-lomba menyumbangkan fikiran atau tenaga kalau memang tak punya harta yang lainya. Kesadaran kebersamaan di kalangan bangsa Indonesia sungguh sudah pudar, dan hamper leyap. Kegotong royongan hilang secara perlahan, ditelan kegoisan dan individualisme yang dilancarkan oleh Negara lain yang takut dengan kecerdasan bangsa Indonesia.

Keberhasilan bangsa Indonesia akan tercapai apaila pendidikan di Indonesia memeroleh porsi yang layak. Jangan ada manusia Indonesia tidak mampu mengeyam pendidikan karena biaya semata, jika anak itu jenius, maka hilanglah asset Negara yang sangat besar nilainya, dan tak dapat dinilai dengan uang. Kita ingat kejeniusan seseorang dengan bertingkah aneh dengan keberhasilanya membobol per-bank-kan di suatu Negara maju, bahkan super power, padahal dia orang suatu daerah di kota malang, kalau kita jeli, kita tampung anak semacam itu kita arahkan kita didik sehingga akan menghasilkan suatu penemuan yang bar, dan berguna bagi bangsa dan dunia pada umunya, jangan sekedar ditangkap di penjarakan, tapi perlu perhatian kusus, biar lebih banyak berkarya, bagi negeri ini.

Pendidikan tidak lepas dari biaya, taka apa – apa biaya dan dana yang dibutuhkan sangat tinggi bahkan setinggi langit, tapi hasil kedepan yan sangat kita harapkan karena pendidikan itu bukanlah kegiatan yang merugikan atau pmborosan dalam keuangan suatu Negara, tapi investasi dimasa yang akan dating.

Biaya pendidikan janganlah dibebankan pada wali siswa, jangan sekali lagi jangan.. tetapi biaya pendidikan harus ditanggung oleh rakyat atau bangsa Indonesia, karena asumsi saya semua wali siswa adalah anggota masyarakat dan belum tentu anggota masyarakat itu wali murid. Sehingga kalau kita mencontoh menarik dana seperti yang dilakukan ole Palang Merah Indonesia ( PMI ) saya nyakin akan terkumpul dana yang maha dahsyat. Dan saya nyakin masyarakat akan menyambut gembira.

Kebijakan Pendididkan

Sisi Manusiawi Kebijakan Pendidikan

Oleh Benny Susetyo Pr

Dunia pendidikan kita dikritik tajam karena seringkali menjalankan sesuatu yang tak jelas orientasinya. Pendidikan kita melalui berbagai kebijakannya belum menjelaskan secara gamblang ke mana anak didik akan dibawa dan akan dibuat seperti apa. Ketidakjelasan kebijakan mengenai ujian nasional salah satu contohnya. Parameter untuk mengukur prestasi anak didik yang belum jelas sebenarnya mencerminkan ketidak-mampuan pemerintah merumuskan tujuan pendidikan itu sendiri untuk apa dan siapa.
Pendidikan belum membawa anak didik pada kesadaran akan dirinya sendiri sebagai manusia yang berpikir untuk merdeka. Berpikir merdeka berarti peserta didik sejak awal dilatih memiliki wawasan yang dalam mengenai realitas. Pendidikan adalah proses untuk menjadi manusia. Proses tentu saja membutuhkan alat bantu berupa tenaga pendidik yang berfungsi menjadi teman atau rekan anak didik untuk berproses menjadi diri sendiri. ”Proses menjadi diri” itu terjadi jika kebijakan pendidikan bisa membantu manusia semakin manusiawi. Hal itu akan dapat dicapai bila cara yang dilakukan pemerintah juga secara manusiawi. Sayangnya hingga kini pendidikan masih diwarnai ”manipulasi nilai”. Ini sejak awal sudah amat menodai sisi-sisi kemanusiawian yang seharusnya dituju.
Dunia pendidikan kita masih dipenuhi kemunafikan karena yang dikejar hanya gelar dan angka. Bukan hal mendasar yang membawa peserta didik pada kesadaran penuh untuk mencari ilmu pengetahuan dalam menjalani proses kehidupan.
Hal ini tidak terjadi di Indonesia karena pendidikan semata-mata dipahami hanya sekadar alat mencari kuasa. Sebagai instrumen, hal ini rupanya ditujukan untuk mengelabuhi publik lewat gelar-gelar yang kerapkali dijadikan prestis semu. Inilah yang membuat wajah pendidikan kita tidak pernah jujur mengajarkan nilai-nilai kebenaran karena ujian yang kerapkali diseragamkan hanya sebuah formalisme belaka. Ujian nasional kita belum pernah menghasilkan tolok ukur untuk mencapai standar mutu. Ujian nasional kita hanya dibuat demi kepentingan proyek yang tidak jelas untuk kepentingan siapa.

Kepentingan Penguasa
Dalam istilah para filsuf eksistensialis tentang ”ada” dan ”tiada”, maka itulah realitas dunia pendidikan kita. Yang ”ada” adalah pada bangunan fisik atau juga dapartemen berserta aparatnya yang nampak. Yang ”tiada adalah roh yang menggerakkan dan menghidupinya. Ketiadaan roh itulah yang membuat dunia pendidikan menjadi tidak jelas mau diapakan. Semua serba ”titip-titipan” dari kepentingan proyek untuk mengelabui publik. Semua masih semata demi aksesori yang tampil di permukaan.
Lalu nilai dan hasil ujian kalau tidak tampil sebagai simbol tanpa makna, juga sesuatu yang bisa dikalkulasi (baca: dimanipulasi) dari luar konteks ujian atau evaluasi itu sendiri. Akibatnya murid bermutu yang sudah bekerja keras menjadi korban. Ritual kebohongan seperti ini terus diulangi dengan cara mencari argumentasi pembenaran yang ujungnya adanya proyek ujian (secara) nasional.
Guru lalu menjadi penguasa tunggal di kelas dan pemerintah menjadi penguasa yang menguasai sepenuhnya lembaga pendidikan. Dampaknya pada proses pendidikan yang terus-menerus terpuruk karena hanya mengikuti perintah. Terutama yang menyangkut kualitas moral, tidak pernah ada evaluasi serius.
Perubahan yang tampak hanya berkaitan dengan penggantian menteri pendidikan dan sebatas itulah yang bisa dilakukan. Sistem pendidikan kita hanya mengandalkan cara berpikir yang bermuatan kurikulum, bukan pada pembentukan karakter anak didik. Bukan masalah kurikulum tidak penting, tetapi cara pandang ini akan membuat pendidikan terlepas dari dunia realitas karena anak hanya didoktrin belaka.
Anak didik diajarkan hidup dalam lingkungan yang serba bohong. Kebohongan yang sudah mendarahdaging dalam sistem. Sistem pendidikan tidak membawa anak didik pada kemandirian berpikir menjadi manusia merdeka. Manusia merdeka sebagaimana kata Romo Mangunwijaya Pr adalah manusia yang bukan ditutup-tutupi oleh semua yang sok moralis, sok agamis, sok nasionalis, tapi semua hanya kepura-puraan belaka. Inilah yang membuat manusia kerdil karena tidak berani menjadikan dirinya sebagai dirinya sendiri. Manusia yang terdidik oleh budaya kebohongan.
Anak didik kita dibentuk menjadi manusia bertopeng yang tidak memiliki jati diri karena tertutup dengan sisi kejujuran dan kemanusiawian. Negara dengan kebijakannya tak pernah tahu hal ini, dan sering karenanya bertindak di luar batas kemanusiaan.
Inilah yang membuat bangsa ini terpuruk karena tidak mau belajar mendidik dirinya sendiri. Bangsa ini belum mau menyadari pendidikan merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk menjadi diri sendiri yang otentik, mencakup bidang kesadaran akan kedirian dan lingkungan sekitar yang dibungkus dalam kemanusiawian. Dimensi kesadaran itu belum menjadi bagian hidup. Pendidikan tidak pernah menyentuh hal yang substansial karena dikelabui hal-hal yang sifatnya semu.
Kita semua khawatir jika kesemuanya itu jangan-jangan merupakan karakter bangsa ini yang tidak pernah mau menjadi diri otentik. Bangsa yang tidak menyadari dan mengakui adanya sejarah gelap. Memang pengakuan akan ”kegelapan sejarah” amat susah karena kita terdidik sebagai bangsa penakut dalam memahami kekurangan dan kebodohan. Kebodohan dan kekurangan itu selalu kita tutupi dengan kebijakan yang tidak jujur.
Realitas ketidakjujuran itu memberikan andil dalam menghancurkan keadaban pendidikan kita karena negara ini tidak pernah serius mengurusi dunia pendidikan. Pendidikan selalu dijadikan pertarungan politik abadi. Di balik itu semua ada kepentingan ideologis yang tersembunyi dan belum disadari bahwa hal itu membuat pendidikan kita dijadikan alat politisasi. Hal inilah yang membuat peserta didik mengalami frustasi sosial amat parah (walaupun tidak disadari) karena mereka tidak memperoleh hak mendapatkan pengetahuan dan kemampuan untuk hidup.
Perlu dijadikan acuan bahwa proses pendidikan adalah penanaman nilai hidup yang universal untuk membawa peserta didik pada kesadaran dia ada karena adanya yang lain. Sisi manusiawi ini merupakan kesadaran dia dipanggil untuk memiliki tanggung jawab akan lingkungannya. Di sini sejak dini peserta didik diajarkan pentingya tanggung jawab sosial.

Positive Thinking

POSITIVE THINKING!!!!!!!!
Dalam menjalani hidup, tentu saja kita sebagai manusia selalu ada masalah n tantangan yang diberikan Allah SWT. Apa yang Allah berikan itu pastilah untuk menguji kita sebagai hamba apakah tetap berada dijalan-Nya atau tidak.
Setiap orang punya masalah tapi yang membedakan orang yang satu dengan yang lain adalah bagaimana orang tersebut me-manage n menyikapi masalah yang dihadapi.
Secara sadar ataupun tidak, kita sering mengeluh dan berpikir negatif terhadap keadaan atau situasi yang kita alami. Berpikiran negatif kepada sesama manusia saja tidak baik, apalagi kalau kita sampai berpikiran negatif kepada Sang Pencipta?! Na’udzubillah.
Keadaan kita tidak akan berubah dari satu kondisi ke kondisi lain, kecuali dengan usaha kita sendiri. Memang…,semuanya hanya akan terjadi dengan takdir Allah, tapi dalam menjadikan segala sesuatu itu, Allah menggunakan sebab. Selama kita belum mengenal hukum perubahan ini dengan baik, maka segala upaya untuk mengatasi rasa cemas atau agar terbebas dari kesusahan, tidak berguna. Kita tidak akan mampu terbebas dari rasa cemas kecuali jika kita sendiri bersikeras untuk mengatasi hal ini.
Luruskan niat.
Perbanyak n optimalkan ikhtiar.
Berdoa n tawakal kepadaNya.
Ikhlas *dapat rumus baru dari adik*
Semua kesusahan, kegelisahan, kecemasan *dan ntah apalagi istilah lainnya* akan hilang dengan mengubah dan meluruskan gaya berpikir kita.
Hidup ini merupakan hasil dari pikiran kita.
Hilangkan penyakit hati. Sering kali kita sendirilah yang membuat rasa cemas terjadi pada diri kita. Juga kita sendiri yang memilih terjadinya kesusahan dan kesedihan. Penyakit ini tentu bukan karena virus akan tetapi penyakit akibat adanya kerusakan pikiran kita dan akibat sedikitnya iman kita kepada Allah SWT..
Cintailah orang lain seperti mencintai diri sendiri. Kalimat sederhana itu bermakna dalam karena merupakan hal yang dapat membawa kebahagiaan bagi jiwa manusia. Ketika kita mencintai saudara kita seperti kita mencintai diri sendiri, dada kita akan terasa lapang. Jiwa kita terasa tenang dan kita akan merasakan puncak kepuasan.
Kebahagiaan kita menjadi bertambah ketika kita menanggalkan titik2 hitam. Titik2 hitam ini bisa berupa rasa dengki, iri, benci, dendam, dan sebagainya.
Jangan bersedih dengan masa lalu. Pikirkan n laksanakan masa kini. Persiapkan diri untuk masa depan. Adanya perasaan sedih karena masa lalu, juga karena mengingat peristiwa masa lalu yang tidak mungkin kembali lagi merupakan suatu kelemahan yang akan menjadikan seseorang terus merasa terus terbelenggu dan hanya akan menjadikannya lemah dan tak berdaya.
Sebagai penutup, saya hanya bisa memberikan pesan *teori yang belum tentu juga selalu saya praktekan* bahwa barangsiapa yang meminta pertolongan Allah, maka ia selamanya tidak akan menjadi lemah. Jadi ada motivasi bagi muslim/muslimah agar percaya diri atas kesuksesannya dan agar tidak putus asa.
Always smile. Keep Caiiyooo. Never give up!! *Fie mode on*

Kanker

Koq kayaknya rame banget ya yang membahas masalah kanker payudara, banyak sekali kampanye-kampanye tentang pencegahan kanker payudara. Tapi sebenarnya apa sih yang menyebabkan kanker payudara ini ditakuti oleh sebagian besar orang? Bahkan di beberapa negara maju pemeriksaan mammography setiap 6 bulan sekali menjadi suatu kewajiban bagi tiap perempuan yang udah monopouse. Yah kali ini kita akan ngobrolin sebagian bahaya yang disebabkan oleh kanker yang banyak di derita oleh kaum hawa ini, meskipun banyak juga kasus kanker payudara dilaporkan terjadi pada pria.

Sel Kanker jalan-jalan ke tulang belakang.

Sel kanker payudara kurang bisa melekat ke sel lainnya, hal ini disebabkan karena sel kanker payudara memiliki sedikit zat yang berfungsi dalam ikatan antar sel yaitu molekul adhesin, karena mudah terlepas dari sel yang lain, maka sel kanker ini masuk ke peredaran darah dan jalan-jalan ke berbagai organ. Entah kenapa sel ini sukanya mampir ke tulang, terutama tulang belakang. Lha iya, tulang belakang ini kan tempat keluarnya berbagai saraf penting dari otak seperti saraf motorik yang mengatur berbagai pergerakan kaki, tangan dan otot-otot pernafasan. Karena sel kanker ini mampir ke tulang belakang dan berkembang disana, terjadilah kanker tulang belakang dengan kondisi pembengkakan tulang dan jaringan sekitar tulang belakang. Karena tulang belakang dan daerah sekitarnya membengkak maka terjadi penekanan terhadap saraf-saraf penting ditulang, tergantung juga di bagian mana saraf yang tertekan, kalo yang tertekan saraf yang mempersarafi otot kaki ato tangan sih mending, mungkin gejalanya lumpuh kaki ato lumpuh tangan. Tapi coba sampeyan bayangkan kalo yang tertekan adalah saraf yang mensarafi otot-otot pernafasan seperti otot intercosta (otot diantara tulang rusuk) dan otot diafragma, jadinya si penderita gak bisa bernafas dan bisa almarhum. waduuuuh…

Sel kanker jalan-jalan ke Organ dalam.

Karena posisi payudara ini didada *lha mau dimana lagi? masak dilutut?*, maka dibalik payudara ini tersimpan sesuatu yang indah banyak sekali pembuluh limfe yang langsung terhubung ke berbagai organ dalam seperti paru, hati dan teman-temannya yang fungsinya sangat penting dalam mendukung kehidupan, maka dengan mudahnya sel kanker bisa jalan-jalan melalui pembuluh limfe menuju organ dalam tersebut. Contohnya ketika sel kanker ini jalan-jalan dan mampir ke organ dalam yang terdekat yaitu paru, maka terjadilah perkembangan sel kanker di paru yang mengganggu pernafasan, makanya tidak jarang ditemukan batuk kronis yang gak sembuh-sembuh pada penderita kanker payudara. Kondisi ini bila berkelanjutan bisa menyebabkan kematian karena gangguan pernafasan.

metastase sel kankerGambar: Sel kanker jalan-jalan

Bukannya saya ini ingin nakut-nakuti, tapi alangkah baiknya jika mencegah kanker payudara dari sekarang, karena penangan kanker payudara sejak dini memiliki peluang kesembuhan yang lebih bagus daripada yang udah telat…

Merokok Haram atau Halal

Akhir2 ini, setelah Majelis Ulama Indonesia akan mengeluarkan Fatwa yg menyatakan Haram utk merokok, muncul kontroversial. Bagi para perokok, Fatwa itu akan menjadi kontra untuk mereka, sedangkan bagi non-perokok, Fatwa ini justru mendapatkan dukungan. Dibalik semua itu, ada hal2 yg akan bersinggungan dengan Fatwa tsb, spt misalnya para pekerja di bidang usaha rokok. Para pekerja pabrik rokok sampai ke manajemennya akan merasa terancam kelangsungan ekonominya. Kalau boleh saya berpendapat, sebatas pengetahuan saya bahwa merokok itu makruh bagi umat Muslim, jadi bukanlah haram (?). Jika Fatwa MUI diterbitkan yg menyatakan bahwa merokok adalah haram, lalu bagaimana bentuk Fatwa ini apakah tidak bertentangan dgn Hukum Islam yg telah menyatakan merokok itu makruh. Saya bukanlah menjadi pribadi yg pro atau kontra dan saya juga bukanlah perokok meski dulunya pecandu rokok tapi Alhamdullillah sudah sejak tahun 1992 sudah berhenti total atas kemauan saya sendiri, saya hanya coba memberi masukan saja. Lalu ada wacana yg mengatakan lebih baik fatwa haram diberikan khusus utk anak2 dibawah umur saja, rasanya hal ini sangatlah aneh yaa…. Koq Haram – Halal bisa dikotak2kan, nanti org2 bisa berpikir, gmn kalo makan daging babi diharamkan hanya utk org tertentu saja ???? Kayaknya ga banget deh yaa….Mungkin lebih baik pemerintah lebih gencar membuat propaganda bahwa merokok itu sangat lah berbahaya, sangat merusak kesehatan, selebaran2 ttg bahaya merokok agar lebih banyak dipasang di tempat2 umu, bukan Cuma di rumah sakait, Puskesmas atau Sekolah2 saja. Spt yg pernah sy lihat sebuah poster ttg banyak racun pada rokok dari mulai zat bahan pembuat cat sampai asap knalpot bis yg warnanya hitam itu. Tapi sayang poster itu terpampang hanya di puskesmas saja, coba itu dibuat sebesar Billboard iklan, atau pada display2 Giant Screen (tapi justru yg buat display itu adalah produsen rokok yaa…hehehhe…ironis, spt juga banyaknya produsen rokok yg menjadi sponsor utama event olahraga). Mungkin org2 yg ingin merokok akan sedikit bergidik melihat Bilboard yg isi nya menampilkan zat2 beracun yg terkandung di sebatang rokok. Ditampilkan juga bahaya yg lebih hebat yg dialami oleh org yg tidak merokok tp berada di lingkungan perokok. Semuanya kembali terserah pribadi

Akhir2 ini, setelah Majelis Ulama Indonesia akan mengeluarkan Fatwa yg menyatakan Haram utk merokok, muncul kontroversial. Bagi para perokok, Fatwa itu akan menjadi kontra untuk mereka, sedangkan bagi non-perokok, Fatwa ini justru mendapatkan dukungan. Dibalik semua itu, ada hal2 yg akan bersinggungan dengan Fatwa tsb, spt misalnya para pekerja di bidang usaha rokok. Para pekerja pabrik rokok sampai ke manajemennya akan merasa terancam kelangsungan ekonominya. Kalau boleh saya berpendapat, sebatas pengetahuan saya bahwa merokok itu makruh bagi umat Muslim, jadi bukanlah haram (?). Jika Fatwa MUI diterbitkan yg menyatakan bahwa merokok adalah haram, lalu bagaimana bentuk Fatwa ini apakah tidak bertentangan dgn Hukum Islam yg telah menyatakan merokok itu makruh. Saya bukanlah menjadi pribadi yg pro atau kontra dan saya juga bukanlah perokok meski dulunya pecandu rokok tapi Alhamdullillah sudah sejak tahun 1992 sudah berhenti total atas kemauan saya sendiri, saya hanya coba memberi masukan saja. Lalu ada wacana yg mengatakan lebih baik fatwa haram diberikan khusus utk anak2 dibawah umur saja, rasanya hal ini sangatlah aneh yaa…. Koq Haram – Halal bisa dikotak2kan, nanti org2 bisa berpikir, gmn kalo makan daging babi diharamkan hanya utk org tertentu saja ???? Kayaknya ga banget deh yaa….Mungkin lebih baik pemerintah lebih gencar membuat propaganda bahwa merokok itu sangat lah berbahaya, sangat merusak kesehatan, selebaran2 ttg bahaya merokok agar lebih banyak dipasang di tempat2 umu, bukan Cuma di rumah sakait, Puskesmas atau Sekolah2 saja. Spt yg pernah sy lihat sebuah poster ttg banyak racun pada rokok dari mulai zat bahan pembuat cat sampai asap knalpot bis yg warnanya hitam itu. Tapi sayang poster itu terpampang hanya di puskesmas saja, coba itu dibuat sebesar Billboard iklan, atau pada display2 Giant Screen (tapi justru yg buat display itu adalah produsen rokok yaa…hehehhe…ironis, spt juga banyaknya produsen rokok yg menjadi sponsor utama event olahraga). Mungkin org2 yg ingin merokok akan sedikit bergidik melihat Bilboard yg isi nya menampilkan zat2 beracun yg terkandung di sebatang rokok. Ditampilkan juga bahaya yg lebih hebat yg dialami oleh org yg tidak merokok tp berada di lingkungan perokok. Semuanya kembali terserah pribadi

Kecanduan Internet

Kecanduan Internet Ingat zaman dahulu waktu masih sekolah ditahun 60-an. Waktu itu buku komik dan cerita silat dilarang dibawa kesekolah. Alasannya adalah karena buku cerita tersebut membuat anak2 kecanduan, maunya baca buku cerita itu terus dan lupa belajar atau bikin pekerjaan rumah.

Dizaman modern sekarang ini banyak2 alat elektronik yang sifatnya juga membuat orang kecanduan. Televisi, video games , dan internet terutama pergaulan melaui sarana internet jelas2 membawa pengaruh terhadap kehidupan sehari-hari. Kalau televisi dan video games hanya sekedar membuat orang tergantung pada kegiatan tsb, lain lagi halnya dengan pergaulan melalui internet.

Sebuah statistik menyebutkan bahwa wanita lebih banyak melakukan kegiatan internet dibandingkan dengan kaum pria. Separoh dari orang2 yang bergaul melalui internet bohong mengenai umur, pekerjaan, status pernikahan dan photo pribadi. Dua puluh persen dari pengguna internet mengaku mengalami akibat negatif yang berpengaruh pada kehidupan mereka sehari-hari. Pergaulan melalui internet sudah dianggap sebagai salah satu faktor yang bisa mengakibatkan perpecahan rumah tangga. Sebelas persen dari pengguna internet menjadi kecanduan. Jika kita merasa internet sudah berpengaruh buruk pada kegiatan sehari-hari, jawablah pertanyaan ini:

1. Apakah anda merasa lebih senang dan puas disaat menggunakan internet untuk chatting, blogging , atau kegiatan internet lainnya?
2. Apakah anda merasa semakin lebih menggunakan waktu untuk kegiatan ini?
3. Apakah anda duduk didepan komputer disaat sebenarnya harus mengerjakan kegiatan lainnya?
4. Apakah anda sudah mencoba mengurangi waktu kegiatan on-line tapi tak berhasil?

Hal lainnya yang memberikan peringatan bahwa mungkin anda sudah mulai kecanduan, adalah lupa makan dan lupa waktu disaat sedang on line.
Seperti halnya dengan kecanduan cerita seri silat, pergaulan melalui internet yang dilakukan secara berlebihan mengakibatkan terputusnya alam kenyataan dari daya pikir kita. Bahkan nonton televisi-pun bisa menjadikan orang tak sadar dengan kenyataan seolah-olah ter-hipnosi.

Dari renungan ini, kita harus bertanya pada diri sendiri. Sementara teknologi komputer berguna sekali untuk hal2 positif, tapi dari segi negatif-nya juga tak kurang bahayanya. Inginkah anda membiarkan anak2 sendirian dikamar mengahadapi komputer dan dengan bebas melihat-lihat apa yang ada di internet tanpa pengawasan sama sekali? Dari pada terlalu banyak waktu tersita oleh kegiatan di internet, bukankah kegiatan yang nyata lebih penting? Misalnya bergaul dengan teman2, bermain olah raga atau ber-rekreasi dengan keluarga? Sama sekali tak sehat bagi anak2 untuk hanya tinggal didalam rumah terus nonton televisi, bermain video game atau melakukan kegiatan internet. Anak2 perlu untuk aktif , berlari-lari, bermain dan bergaul dengan anak2 lain. Hanya anda sendiri yang bisa memilih yang mana yang lebih sehat buat kesehatan rohani maupun jasmani.

Buku Tamu

My Friendz Image

My Image

Historiku

Dari TK,SD,SMP N SMK yang paling Qu sukain ,susah dilupakan N paling berkesan adalah pada masa” SMP itu masa” yang susah banget dilupakan dari awal masuh SMP yang anak”nya masih pada culun” sampai pada bisa stylish sendiri” sesuai keinginan dan karakternya masing”, tetapi yang paling berkesan banget pada masa” kelas 3 SMP yang masuk dan dipanggil ke ruang BK bareng” hampir satu kelas hanya karna hal sepele. Masa” SMP mang paling berkesan N masa” puber yang mulai berkembang N bandel”nya “Lovely IXA”. . .

« Entri lama
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.